Jangan lewatkan kesempatan besar untuk memulai pengalaman baru mengendarai kendaraan listrik bersama EVe INDONESIA .....rasakan sensasinya......Bukan konversi biasa,menawarkan longrange atau jarak tempuh yang luar biasa..Telah tersertifikasi oleh kementrian terkait sebagai bengkel yang memenuhi persyaratan
Beranda » KENDARAAN LISTRIK » Harga Mobil Listrik Diprediksi Melonjak di 2026 – eve.co.id

Harga Mobil Listrik Diprediksi Melonjak di 2026 – eve.co.id

Dipublish pada 16 October 2025 | Dilihat sebanyak 138 kali | Kategori: KENDARAAN LISTRIK

Harga Mobil Listrik Diprediksi Melonjak di 2026 Seiring Berakhirnya Subsidi Impor

byd

byd

 

 

Jakarta, Indonesia – Para calon pembeli mobil listrik di Indonesia tampaknya harus bersiap merogoh kocek lebih dalam mulai tahun 2026. Harga kendaraan ramah lingkungan ini diproyeksikan akan mengalami kenaikan signifikan seiring dengan keputusan pemerintah untuk menghentikan program insentif untuk mobil listrik yang diimpor secara utuh (Completely Built-Up/CBU) pada akhir tahun 2025.

Kebijakan yang bertujuan untuk mendorong investasi dan produksi lokal ini akan mengakhiri serangkaian “karpet merah” yang selama ini dinikmati oleh para importir mobil listrik. Insentif yang akan dihapus mencakup pembebasan bea masuk dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), yang selama ini menjadi faktor kunci dalam menekan harga jual mobil listrik CBU di pasar domestik.

Tanpa adanya insentif tersebut, para pelaku industri otomotif dan pengamat memprediksi lonjakan harga yang tak terhindarkan. Diperkirakan, kenaikan harga mobil listrik CBU bisa mencapai 30% hingga 40%, bahkan berpotensi lebih tinggi tergantung pada skema pajak normal yang akan kembali diberlakukan, yang dapat mencakup bea masuk, PPnBM, dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dengan total tarif kumulatif yang signifikan.

Langkah pemerintah ini merupakan bagian dari strategi besar untuk mengakselerasi pengembangan ekosistem kendaraan listrik di dalam negeri. Dengan menghentikan kemudahan impor, pemerintah mendorong para produsen otomotif global untuk segera merealisasikan komitmen investasi mereka dalam membangun fasilitas produksi di Indonesia.

Menteri Perindustrian telah menegaskan bahwa kebijakan ini tidak akan diperpanjang setelah 31 Desember 2025. Mulai tahun 2026, produsen yang ingin bersaing di pasar mobil listrik Indonesia harus beralih dari model bisnis impor ke produksi lokal (Completely Knocked-Down/CKD) dan memenuhi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang telah ditetapkan.

 

Dampak bagi Konsumen dan Industri

 

Bagi konsumen, berakhirnya era mobil listrik impor murah ini tentu menjadi kabar yang kurang menggembirakan, terutama bagi mereka yang berencana membeli mobil listrik dalam waktu dekat. Daftar harga mobil listrik dari berbagai merek yang saat ini masih menikmati insentif, diperkirakan akan terkoreksi naik secara signifikan.

Sementara itu, bagi industri otomotif, kebijakan ini menjadi pedang bermata dua. Di satu sisi, merek-merek yang telah berkomitmen untuk membangun pabrik di Indonesia, seperti Hyundai yang sudah lebih dulu memproduksi Ioniq 5 secara lokal, serta beberapa merek Tiongkok seperti BYD, Wuling, dan GAC Aion yang sedang dalam proses pembangunan fasilitas, akan diuntungkan. Mereka akan memiliki keunggulan kompetitif dari segi harga dibandingkan dengan para pesaing yang masih mengandalkan impor.

Di sisi lain, merek-merek yang belum memiliki rencana konkret untuk produksi lokal akan menghadapi tantangan berat untuk dapat bersaing. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyebutkan bahwa tanpa perakitan lokal, harga mobil listrik CBU akan sulit untuk tetap kompetitif.

 

Harapan pada Produksi Lokal

 

Meskipun kenaikan harga mobil impor di depan mata, ada secercah harapan bagi calon konsumen di masa depan. Dorongan kuat pemerintah terhadap produksi lokal diharapkan dapat memicu lahirnya mobil-mobil listrik dengan harga yang lebih terjangkau dalam jangka panjang.

Dengan meningkatnya volume produksi dan penggunaan komponen lokal, biaya produksi diharapkan dapat ditekan. Beberapa analis bahkan memprediksi munculnya mobil listrik rakitan lokal dengan harga di bawah Rp300 juta, yang akan menjadi kunci untuk penetrasi pasar yang lebih luas dan percepatan adopsi kendaraan listrik secara massal di Indonesia.

Untuk saat ini, bagi masyarakat yang mengincar mobil listrik dengan harga yang masih terdiskon oleh insentif pemerintah, tahun 2025 tampaknya menjadi jendela kesempatan terakhir sebelum era baru harga mobil listrik di Indonesia dimulai.

Bagikan ke

Belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi.

Komentar Anda* Nama Anda* Email Anda* Website Anda

PRIAMBODO
SALES ENGINEER
RIO
SALES ENGINEER

Jangan di copy paste lho ya...!!!