Jangan lewatkan kesempatan besar untuk memulai pengalaman baru mengendarai kendaraan listrik bersama EVe INDONESIA .....rasakan sensasinya......Bukan konversi biasa,menawarkan longrange atau jarak tempuh yang luar biasa..Telah tersertifikasi oleh kementrian terkait sebagai bengkel yang memenuhi persyaratan
Beranda » KENDARAAN LISTRIK » Teknologi Mobil Listrik – eve.co.id

Teknologi Mobil Listrik – eve.co.id

Dipublish pada 20 April 2023 | Dilihat sebanyak 485 kali | Kategori: KENDARAAN LISTRIK

mobillistrik

Tahukah kamu, setidaknya ada 4 jenis teknologi penggerak dan sumber tenaga dari mobil listrik ini? 4 jenis teknologi tersebut, yaitu

  1. Battery Electric Vehicle (BEV)
  2. Hybrid Electric Vehicle (HEV)
  3. Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV)
  4. Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV)

Berikut ini penjelasan singkat dari masing-masing teknologi tersebut.

 

1. Battery Electric Vehicle (BEV)

Mobil yang menggunakan BEV dengan menggunakan listrik di baterai. Jenis BEV tidak memiliki mesin pembakaran (ICE). Listrik disimpan di baterai lithium-ion. Pengisian baterainya dilakukan dengan menghubungkan ke jaringan listrik eksternal. Komponen BEV terdiri dari electric motor, inverter, battery, control module (controller), dan drive train. Cara  kerja mobil listrik BEV sangat sederhana, yaitu:

  • Daya dikonversi dari baterai DC ke AC untuk mengaktifkan motor.
  • Pedal akselerator mengirimkan sinyal ke control module dengan tujuan untuk menyesuaikan kecepatan kendaraan dengan mengubah frekuensi daya AC dari inverter ke motor (bila mobil menggunakan motor induksi).
  • Motor menghubungkan dan memutar roda melalui roda gigi.
  • Ketika rem ditekan atau mobil melambat, motor menjadi generator menghasilkan listrik lalu disimpan kembali di baterai.

2. Hybrid Electric Vehicle (HEV)

HEV memiliki dua sistem penggerak, yaitu mesin pembakaran (ICE) dan motor traksi. ICE mendapat energi dari BBM, sementara motor traksi mendapat daya dari baterai. Mesin bensin serta motor secara bersamaan memutar transmisi menggerakkan roda. Baterai pada HEV diisi putaran mesin, gerakan roda atau kombinasi keduanya. Mobil ini tidak memiliki charging port. Oleh karena itu, baterainya tidak dapat diisi ulang dari luar sistem. Komponen HEV terdiri dari engine, electric motor, battery pack dengan controller dan inverter, fuel tank, dan control module (controller). Sementara itu, prinsip kerja kerja mobil listrik HEV, yaitu:

  1. Memiliki tangki pemasok BBM ke mesin seperti mobil biasa.
  2. Jenis mobil HEV memiliki satu set baterai untuk menjalankan motor.
  3. Baik mesin maupun motor dapat memutar transmisi pada saat bersamaan.
  4. Ketika pengereman maka motor berubah menjadi generator lalu mengisi baterai.

3. Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV)

PHEV merupakan jenis hybrid yang memiliki mesin pembakaran (ICE) dan motor traksi listrik. Mobil listrik yang menggunakan teknologi PHEV dapat ditenagai oleh sumber energi fosil (seperti bensin) atau sumber alternatif (seperti biodiesel) dan juga oleh baterai. Berbeda dengan HEV, baterai pada jenis mobil ini dapat diisi-ulang dari sumber listrik eksternal. Dengan cara menghubungkannya ke sumber listrik eksternal, ke inlet (charging port) pada mobil di sebuah stasiun pengisian mobil listrik (EVCS). Komponen PHEV terdiri dari electric motor, engine, inverter, battery, fuel tank, control module, dan battery charger.

PHEV biasanya bisa beroperasi dalam dua mode, yaitu:

Sementara itu, prinsip kerja mobil listrik PHEV biasanya dimulai dengan all-electric mode dan berjalan menggunakan energi listrik hingga baterai habis. Beberapa model bisa beralih ke hybrid mode ketika laju kendaraan pada posisi stabil di jalan raya. Umumnya di atas 60 atau 70 mil per jam. Setelah baterai kosong, mesin mengambil alih. Mobil pun beroperasi sebagai hybrid non-plug-in konvensional.

Selain bisa dihubungkan dengan sumber daya listrik dari luar sistem, baterai mobil PHEV juga dapat diisi oleh perputaran ICE (internal combustion engine) atau melalui pengereman regeneratif. Selama pengereman, motor bertindak sebagai generator. Energi yang dihasilkan digunakan untuk mengisi baterai.

  • Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV)

Jenis FCEV menggunakan teknologi fuel-cell untuk menghasilkan listrik. Listrik dipakai untuk mengaktifkan motor agar dapat menjalankan kendaraan. Prinsip kerja mobil listrik jenis FCEV hampir mirip dengan cara kerja mobil listrik jenis BEV. Hanya saja bedanya jenis ini memiliki sistem yang mengkoversi energi kimia pada fuel-cell menjadi listrik.

Bagikan ke

Belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi.

Komentar Anda* Nama Anda* Email Anda* Website Anda

PRIAMBODO
SALES ENGINEER
RIO
SALES ENGINEER

Jangan di copy paste lho ya...!!!